Hari/tanggal :Kamis ,5 Agustus 2021
Tema
1 : Organ Gerak
Hewan dan Manusia
Subtema
3 : Lingkungan dan
Manfaatnya
Pembelajaran
2 : SBdP, IPA, Bahasa Indonesia
A. Tujuan Pembelajaran
ü
Dengan mengamati gambar, siswa mampu
memahami kelainan tulang sebagai salah satu organ gerak manusia dengan peduli.
ü
Dengan membaca, siswa mampu mengolah
informasi dari bacaan dan menentukan ide pokok dari setiap paragraf dengan
tanggung jawab.
ü
Dengan menggambar, siswa dapat membuat
komik dengan baik percaya
diri.
B.
Rangkuman Materi
1. IPA (KD 3.1)
Sistem
gerak pada manusia tersusun atas rangka dan otot.Rangka merupakan alat gerak
pasif yang tersusun atas tulang-tulang dengan berbagai bentuk.Sedangkan otot
merupakan alat gerak aktif. Sistem gerak manusia terkadang mengalami
gangguan maupun kelainan dan penyakit.hal tersebut dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, misalnya kelainan sejak lahir, karena makanan, kebiasaan yang
salah, maupun kecelakaan. Berikut di antara gangguan maupun kelainan dan penyakit
pada sistem gerak manusia.
Fraktura/Patah Tulang
Kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik
kendaraan bermotor atau jatuh.Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup
(patah tulang yang tidak sampai merobek kulit/otot) dan fraktura yang terbuka
(patah tulang yang merobek/ menembus kulit/otot).
Meskipun kuat dan lentur, tulang-tulang pun bisa
mengalami fraktura.Jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah tidak
menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura tertutup.Tetapi jika ujung
tulang yang patah keluar menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura
terbuka.
Osteoporosis
Kelainan pada tulang yang disebabkan karena
adanya pengeroposan tulang.Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap
dan menggunakan kalsium secara normal. Osteoporosis terjadi karena
kekurangan mineral.Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa.
Orang dewasa biasanya menghasilkan lebih sedikit
hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan masa
tulang pun menjadi berkurang.Tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan
mudah patah.
Fisura/Retak
Tulang
Kelainan tulang yang menimbulkan keretakan pada
tulang akibat kecelakaan. Retak tulang terjadi karena terdapat keretakan
pada tulang akibat suatu insiden.Tulang retak masih dapat disambung kembali.
Lordosis
Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah
sehingga tulang belakang melengkung pada daerah lumbalis. Hal ini akan
mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang. Lordosis adalah
kebalikan dari kifosis. Apabila kifosis adalah kelainan karena tulang yang
melengkung ke belakang, maka lordosis adalah melengkungnya tulang ke arah
sebaliknya, ke arah depan.
Skoliosis
Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah
sehingga tulang belakang melengkung ke arah sampng. Hal ini akan menyebabkan
badan akan bengkok membentuk huruf “S”. Penyebabnya adalah
kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan tulang belakang meliuk-liuk dengan postur
yang tidak baik.Selain itu, mengangkat beban yang berlebih dan tidak
diseimbangkan dengan anggota badan kanan dan kiri.
Kifosis
Kelainan tulang karena sikap duduk membungkuk
sehingga tulang belakang membengkok ke belakang. Contoh kebiasaan yang
dapat menyebabkan kifosis antara lain adalah kebiasaan duduk yang terlalu
membungkuk, posisi membaca yang terlalu membukuk, dan lain-lain.
2. Bahasa Indonesia (KD 3. 1)
Ide
Pokok
Ide pokok adalah gagasan yang menjadi dasar sebuah
paragraf atau inti suatu bacaan baik dalam bentuk
paragraf atau wacana.Istilah lain dari ide pokok antara lain gagasan utama,
gagasan pokok, pokok pikiran, pokok masalah, pikiran utama, inti paragraf, inti
masalah, masalah utama dan lain-lain.Ide pokok disajikan ke dalam bentuk kalimat utama. Kalimat utama yang memuat ide pokok ini bisa berada di
awal paragraf, di tengah paragraf, atau di akhir paragraf.Dalam satu paragraf
hanya ada satu ide pokok.
Beberapa
ciri dari ide pokok antara lain sebagai berikut :
1.
Berupa
pikiran utama atau gagasan utama dari sebuah paragraf.
2.
Mengandung
inti persoalan yang sedang dibahas dalam paragraf tersebut.
- Letak
ide pokok di awal paragraf (deduktif), akhir paragraf (induktif), awal dan
akhir paragraf (deduktif-induktif/campuran).
4.
Dinyatakan
secara eksplisit dalam kalimat utama atau kalimat topic
- Ide
pokok dituangkan dalam satu kalimat dan kalimat tersebut disebut juga
kalimat utama.
- Biasanya
kalimat utama dapat diidentifikasi dengan mudah melalui kata kunci kalimat
utama tersebut.. Kata kunci yang menunjukkan kalimat utama antara lain:
sebagai kesimpulan…, dengan demikian…, yang penting…, intinya…, jadi…,
pokoknya….dan lain-lain.
Fungsi ide pokok bacaan.
1.
Sebagai
gagasan utama yang akan dikembangkan menjadi sebuah paragraf.
2.
Dengan
menemukan ide pokok, pembaca sudah memahami hampir seluruh isi bacaan.
3.
Memudahkan
dan mempercepat membaca sebuah bacaan.
Cara
menentukan ide pokok bacaan
1.
Bacalah
paragraf dengan cermat!
- Cermati
kalimat pertama hingga terakhir! Apakah kalimat pertama merupakan gagasan
pokok atau gagasan penjelas? Apakah kalimat kedua yang merupakan gagasan
pokok?
3.
Teruslah
membaca kalimat demi kalimat hingga gagasan pokok paragraf ditemukan.
- Ingat,
gagasan pokok sebagai isi atau inti paragraf dapat terletak di awal,
akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf.
Kalimat Utama
Kalimat utama atau disebut juga dengan kalimat topik adalah kalimat yang
mengandung gagasan utama mengenai suatu topik yang sedang dibahas di dalam
sebuah paragraf.Kalimat utama menjadi acuan untuk mengembangkan suatu paragraf.
Kalimat utama dalam sebuah paragraf memiliki beberapa ciri yang dapat
membedakanya dengan kalimat lainnya.
Beberapa ciri kalimat
utama antara lain sebagai berikut :
- Kalimat
utama biasanya mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan
secara terperinci.
- Kalimat
utama merupakan suatu kalimat yang utuh atau bisa berdiri sendiri tanpa
adanya penghubung baik penghubung antar kalimat maupun penghubung intra
kalimat.
- Kalimat
utama biasanya terletak di awal paragraf. Namun pada kalimat induktif
kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf.
4.
Mempunyai
arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat-kalimat
yang isinya merupakan penjelasan, uraian, atau berupa rincian-rincian detail
tentang kalimat utama suatu paragraf.Kalimat penjelas dapat dibedakan dari
kalimat utama dengan mengetahui ciri-ciri kalimat penjelas.
Ciri-ciri kalimat
penjelas antara lain sebagai berikut :
- Berupa
pendukung suatu kalimat utama yang menyajikan deskripsi, contoh,
perbandingan, alasan dan penjelasan mengenai topic yang dibahas dalam
kalimat utama.
2.
Merupakan
kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
- Kalimat
penjelas memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya,
terlebih lagi, misalnya, dan lain-lain”.
Jenis Paragraf
Berdasarkan Kalimat Utama
Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan
kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang
lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk
inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik
atau tema pembicaraan.
Secara umum jenis
paragraf berdasarkan kalimat utama dibedakan menjadi tiga, antara lain sebagai
berikut :
1.
Paragraf
deduktif
adalah
paragraf yang ide pokoknya berada di awal paragraf. Paragraf deduktif
mengandung pernyataan umum uyang memerlukan penjelasan yang lebih khusus berupa
contoh-contoh.Paragraf deduktif berpola umum-khusus.
Contoh :
Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Jakarta. Kemacetan
tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut : Pertama,
jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan.
Kedua, kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna pengguna jalan raya. Ketiga,
bermunsulan tempat-tempat yang mengganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta
api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya.
Kelima, ketidaktegasan aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggaar
peraturan lalu lintas.
2. Paragraf induktif
adalah
paragraf yang ide pokoknya terletak diakhir paragraf. Paragraf induktif
merupakan penyimpulan dari hal yang khusus ke hal yang umum.Paragraf induktif
berpola khusus-umum.
Contoh :
Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan
hidupnya. Hewan bertahan hidup dengan cara berburu makanan yang tersedia di
alam. Demikian pula dengan tumbuhan dan manusia yang memerlukan makanan dan
minuman untuk tumbuh dan berkembang. Semua makhluk hidup akan mati jika tidak
makan dan minum. Jadi, hewan, tumbuhan, dan manusia memerlukan
makanan dan minuman untuk bertahan hidup.
3. Paragraf
campuran (deduktif-induktif)
adalah
paragraf yang ide pokoknya di awal dan akhir paragraf. Paragraf jenis ini
diawali dengan mengemukakan kalimat utama kemudian kalimat-kalimat penjelas
kemudian diakhiri dengan kesimpulan diakhir paragraf. Dengan kata lain paragraf
ini memiliki dua kalimat utama di awal dan di akhir paragraf.
Contoh :
Handphone sangat berguna bagi kehidupan manusia. Perangkat
komunikasi ini bisa menjadi alat komunikasi yang sangat efektif.Mereka bisa menghubungkan
dua orang atau lebih meski terlampau jauh dan bahkan dengan waktu yang sangat
singkat.Dewasa ini handphone telah dibuat dengan menambahkan fitur-fitur yang
bermanfaat bagi kehidupan manusia misalnya Google Map, kalkulator, penyimpan
photo, memo, dan lain-lain. Fitut-fitur tersebut bisa membantu
manusia memudahkan pekerjaannya.
3. SBdP (KD 3.1)
Komik
adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak dan
disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita.Biasanya komik dicetak
di atas kertas dan dilengkapi dengan teks.Teks dalam komik berfungsi untuk
menjelaskan, melengkapi, dan memperdalam penyampaian gambar secara
keseluruhan.Teks atau kata-kata biasanya disajikan dalam gelembung-gelembung
yang diserasikan dengan gambar.
Komik merupakan cerita bergambar yang
disajikan secara menarik.Sebagian besar isi cerita dalam komik disajikan dalam
bentuk gambar. Meskipun demikian dalam komik juga disajikan bahasa tulis dalam
bentuk narasi pengantar maupun bahasa langsung
Ciri-ciri komik antara lain sebagai berikut :
1.
Hadir
untuk menyampaikan cerita. Pesan dan informasi disampaikan dengan menggunakan
teks dan gambar.
2.
Proporsional.
Keberadaan gambar dan teks yang berimbang membuat pembaca komik seakan-akan
terlibat dan berperan langsung ke dalam cerita.
3.
Menggunakan
bahasa percakapan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari yang mudah
untuk dipahami.
4.
Biasanya
bersifat kepahlawanan. Umumnya isi cerita komik akan cenderung membuat pembaca
mempunyai rasa atau sikap kepahlawanan.
5.
Penggambaran
watak secara sederhana. Penggambaran watak dalam komik dibuat secara sederhana
agar pembaca mudah memahami isi cerita dan menangkap pesan yang akan
disampaikan dalam cerita.
6.
Menyediakan
humor. Kata komik berasal dari komik yang berarti jenaka. Humor dalam komik
disajikan secara lugas sehingga akan mudah dipahami pembaca dan biasanya humor
yang disajikan sering terjadi dan ada di masyarakat.
Contoh Komik :
Tema :
Sikap dan posisi membaca yang benar
Latihan soal
Bacalah bacaan berikut untuk menjawab
pertanyaan no. 1!
Posisi
dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat
Tulang punggung merupakan bagian tubuh yang memiliki
peranan besar dalam menjaga kestabilan tubuh.Tidak dapat dipungkiri bahwa
sebagian aktivitas sehari-hari kita dilakukan dengan posisi duduk, sehingga
sangatlah penting untuk mengetahui posisi duduk yang benar untuk menjaga
kesehatan tulang punggung kita.
Lalu bagaimanakah posisi duduk yang benar untuk
mencegah terjadinya nyeri dan pegal pada punggung, bahu, dan leher itu?Posisi dan
sikap duduk yang benar itu adalah posisi dan sikap duduk yang ergonomis. Pada
saat duduk, usahakan posisi kepala berada segaris dengan tubuh dan menghadap ke
depan. Bahu rileks dengan lengan berada pada kedua sisi tubuh.Siku menempel
pada tubuh dan menekuk membentuk sudut 90-120 derajat.Punggung harus ditopang
secara penuh dengan penopang pada saat tegak, atau sedikit bersandar.Posisi
paha dan panggul ditopang oleh dudukan kursi dan sejajar dengan lantai.
Sedangkan lutut setinggi
panggul, membentuk sudut 90 derajat.
Meskipun sudah dapat melakukan posisi dan sikap duduk
ergonomis, namun juga tidak boleh duduk dengan jangka waktu yang lama.Oleh
karena itu seringlah beranjak atau sekedar mengubah posisi. Jika diperlukan,
lakukan gerakan peregangan, agar otot-otot kembali lemas
dan tidak terjadi kekakuan.
Selain itu, pada saat duduk jika ingin mengambil
sesuatu yang berada di belakang, jangan sampai memuntir punggung.Sebaiknya
putarlah keseluruhan tubuh sebagai satu kesatuan.
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga dapat menjaga
kesehatan tulang kita.Meskipun kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda, namun
paling tidak kita harus minum minimal 6 gelas sehari. Hal ini berfungsi untuk
menjaga kelembaban otot dan tulang sehingga dapat dengan rileks
melakukan fungsinya.
Ada yang tidak kalah pentingnya lagi, yakni pilihlah
meja dan kursi yang tepat pula. Dengan demikian akan terhindar dari timbulnya
rasa nyeri dan pegal setelah duduk.
1. Berdasarkan bacaan di atas, tuliskan ide pokok
paragraf ke 1 dan 2!
2. Sebutkan jenis-jenis kelainan tulang pada manusia….
3. Buatlah komik dengan memilih satu tema berikut :
a. Proses pembuatan gerabah
b. berolahraga


Tidak ada komentar:
Posting Komentar